• Selasa, 29 November 2022

TUGU MUSEUM BEKASI

- Jumat, 26 Agustus 2022 | 21:20 WIB
Tugu Museum Bekasi (Amat)
Tugu Museum Bekasi (Amat)

Museum Bekasi, hadir berkat tuntutan penting edukasi dan eksistensi. Demi pengetahuan dan jati diri masyarakat, khususnya warga Bekasi, tentang sejarah dan budaya daerah sendiri kian tinggi. Diharap, makin tumbuh kecintaan terhadap Bekasi, sebagai lingkungan tinggal yang harus dijaga harmoninya.

Baca Juga: Cord Iwan Fals - Manusia Setengah Dewa

Museum Bekasi, karenanya dihadirkan dengan konsep yang tidak lepas dari filosofi berdasar fakta sejarah dan budaya Bekasi. Sekira tahun 2016, para pemuda pencinta sejarah dan budaya, memelopori pendirian Museum Bekasi. Menyuguh informasi sejarah dan budaya Bekasi, dan terus menggali potensi sumber dayanya yang masih terpendam.

Baca Juga: Viral, Video Turis Asing Wanita di Bali Rebut HP Orang Yang Merekamnya

Empat tahun berjalan, barulah Pemerintah Kabupaten Bekasi mengembangkan museum. Menggelontorkan dana APBD 2020 dan dana tambahan, dengan total sekira 39 milyar rupiah. Digunakan untuk merevitalisasi Gedung Juang menjadi museum dengan fasilitas canggih. Kini revitalisasi telah selesai, selain di dalam Gedung Juang menyuguh ragam informasi sejarah dan budaya, bernuansa wiyata maupun wisata, lewat tuangan sarana teknologi digital. Rekaman fakta sejarah, juga disuguh melalui Tugu Museum Bekasi, yang berdiri tinggi lagi bernilai seni, di muka halaman depannya.

Baca Juga: MENEBAK JEJAK ISLAM DALAM BALADA ONDEL ONDEL (3)

Museum Bekasi, dengan tugunya. Meski baru beberapa waktu ini dibuka untuk umum. Hadirnya, langsung menjadi salah satu "icon", tanda identitas kebekasian yang begitu menarik animo masyarakat. Media sosial ramai dengan foto, video, dan narasi tentang Tugu Museum Bekasi. Maka penting kiranya mengetahui arti, atau makna yang disimbolkan tugu ini. Dilihat dari struktur dan bentuk tampak fisiknya, setidaknya ada enam, simbol utama yang kiranya bisa ditarik maknanya. Yaitu umpak (pondasi), batang (garis vertikal), kelopak bunga, putik (puncak), kulit, danwarna.

Baca Juga: Lucinta Luna Memiliki Sosok Pria Pujaan Hati, Siapa Nich?

Pada umpak tugu, terdapat tulisan yang menunjukkan muasal, atau evolusi sebutan nama Bekasi (Chandrabaga, Baghasasi, Bekassi, dan Bekasi). Ini artinya, seperti diungkap oleh Poerbatjaraka (1884 - 1964), seorang ahli bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno. Sebutan nama Bekasi, lahir dari evolusi kata "Chandrabhaga", yang sudah ada sejak zaman kerajaan Tarumanagara. Khususnya pada masa Raja Purnawarman (395-434 M), yang melekati "Chandrabhaga" sebagai nama sebuah sungai. Yaitu sungai yang kini dikenal sebagai Kali Bekasi. Sungai yang di sisinya berdiri istana Tarumanagara.

Halaman:

Editor: Agah Handoko

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Busway : Proyek Bonek Sutiyoso

Selasa, 18 Oktober 2022 | 13:26 WIB

Cigelam , Komunitas Kristen Di Pelosok Bekasi

Kamis, 13 Oktober 2022 | 08:25 WIB

Kisah Kerajaan Pananjung

Senin, 19 September 2022 | 12:31 WIB

Menelusuri Kisah Dibalik Monumen Kali Bekasi

Senin, 12 September 2022 | 12:44 WIB

DJIONG Jawara Betawi Yang Terlupakan

Minggu, 11 September 2022 | 08:35 WIB

KH. RADEN MAKMUN NAWAWI ULAMA PEJUANG DARI CIBARUSAH

Kamis, 1 September 2022 | 21:35 WIB

TUGU MUSEUM BEKASI

Jumat, 26 Agustus 2022 | 21:20 WIB

Bekasi Hancur

Kamis, 25 Agustus 2022 | 22:13 WIB

Akhir Pelarian Buruh Teladan - Amosi Telambanua

Kamis, 25 Agustus 2022 | 12:11 WIB

Ketika Pak Harto Kecil Merasa Hina

Rabu, 24 Agustus 2022 | 11:58 WIB

Bersatu Membuldoser Warga Kalimalang

Selasa, 23 Agustus 2022 | 13:08 WIB

Ketika Gus Dur Hampir Jadi Ketua PPP

Senin, 22 Agustus 2022 | 14:23 WIB
X