• Selasa, 29 November 2022

DJIONG Jawara Betawi Yang Terlupakan

- Minggu, 11 September 2022 | 08:35 WIB
Djiong Jawara Betawi (Fb Zoe thecrow)
Djiong Jawara Betawi (Fb Zoe thecrow)

Betawi punya banyak jagoan. Banyak buku-buku dan catatan-catatan tentang jagoan betawi yang telah dipublikasikan. Namun semua yang ditulis dan dipublikasikan itu, tidak satupun yang menulis tentang Djiong.
Menurut cerita turun temurun di keluarga Penulis, Djiong adalah jagoan Betawi yang paling fenomenal. Sebelum era Djiong, para jagoan di tanah Betawi tidak pernah jadi topik obrolan menarik di kalangan masyarakat pribumi dan kompeni. Djiong-lah jagoan Betawi pertama yang menjadi buah bibir, semua itu karena perlawanannya yang konsisten terhadap pemerintah kolonial Belanda (Kompeni). Djiong, demikianlah yang tertulis pada nisan makamnya, lebih dikenal dengan nama Wak Emong oleh warga kampungnya. Hingga tahun 1950-an, nama besar Djiong atau Wak Emong masih 'menggetarkan hati' para jagoan di kawasan Kemayoran, khususnya di daerah Kepu dan Bungur.

Baca Juga: Lawan Arema, Luis Milla : Kami Akan Tampil Agresif

Djiong diperkirakan hidup pada sekitar tahun 1800--1900-an (menurut cerita, Djiong memang berumur lumayan panjang). Semasa hidup, beliau tinggal di daerah yang sekarang adalah Kepu Gang II (1 km dari kawasan Jiung sekarang) tapi masa tua hingga wafatnya dihabiskan di rumah yang berada di sekitar jembatan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Melawat Ke Banjarmasin, persija Bertekad Jaga Tren Positif

Djiong memiliki lima orang anak, dua diantaranya laki-laki. Sayang, kedua anak lelaki Djiong 'raib' tak tentu rimbanya, tak diketahui dimana makamnya. Keduanya pun terkenal keberaniannya melawan kompeni.

Baca Juga: Pondok Gede

Kong Aming, demikian keluarga kami menyebutnya, ia adalah salah seorang anak lelaki Djiong yang raib tersebut, pernah merampas kuitansi-kuitansi pajak tanah dari Kompeni dan memusnahkannya. Kemudian ia memprovokasi warga agar tidak perlu membayar pajak. Kong Aming the Robin Hood of Batavia, begitulah kira-kira menggambarkan dirinya.

Baca Juga: Cemburu Buta, Seorang Wanita Di Cikarang Potong Kelamin Pasangan Hidupnya

Tiga orang anak Djiong yang lain semuanya perempuan, masing-masing bernama Nor'ain (tinggal di Gang Kadiman, Bungur Besar, Kemayoran), Saribenah (tinggal di Utan Panjang, Kemayoran), dan Sapinah alias Nyak Sop (tinggal di Gang Bajing, Kepu, Kemayoran).

Halaman:

Editor: Agah Handoko

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Busway : Proyek Bonek Sutiyoso

Selasa, 18 Oktober 2022 | 13:26 WIB

Cigelam , Komunitas Kristen Di Pelosok Bekasi

Kamis, 13 Oktober 2022 | 08:25 WIB

Kisah Kerajaan Pananjung

Senin, 19 September 2022 | 12:31 WIB

Menelusuri Kisah Dibalik Monumen Kali Bekasi

Senin, 12 September 2022 | 12:44 WIB

DJIONG Jawara Betawi Yang Terlupakan

Minggu, 11 September 2022 | 08:35 WIB

KH. RADEN MAKMUN NAWAWI ULAMA PEJUANG DARI CIBARUSAH

Kamis, 1 September 2022 | 21:35 WIB

TUGU MUSEUM BEKASI

Jumat, 26 Agustus 2022 | 21:20 WIB

Bekasi Hancur

Kamis, 25 Agustus 2022 | 22:13 WIB

Akhir Pelarian Buruh Teladan - Amosi Telambanua

Kamis, 25 Agustus 2022 | 12:11 WIB

Ketika Pak Harto Kecil Merasa Hina

Rabu, 24 Agustus 2022 | 11:58 WIB

Bersatu Membuldoser Warga Kalimalang

Selasa, 23 Agustus 2022 | 13:08 WIB

Ketika Gus Dur Hampir Jadi Ketua PPP

Senin, 22 Agustus 2022 | 14:23 WIB
X